Kamis, 26 Januari 2012

curatan hati pada tuhan

Merindukan Cahaya-Mu Kumengukir nama-Mu, Ya Rabb. Kuingin segera bertemu cahaya-Mu yang selama ini aku rindukan “Dag… dig… dug… jantungku berdegup sangat kencang. Dalam benakku, ada suara yang memanggilku. Ya Rabb, maafkan aku yang begitu rapuh ini. Ijinkan aku selalu menjadi teman-Mu saat suka maupun duka.” Aku malu mengungkapkan semua yang ada di pikiranku, saat ini hanya diri-Mu yang mampu menenangkan hati dan pikiranku. Ya Rabb, aku menulis dan mengukir nama-Mu dengan segenap hati yang sangat rapuh. Aku sadar, hanya Engkau yang mampu memahami perasaanku. kuingin mengukapkanya biar dia mengerti perasaanku ku selalu bersamamu aduh ku harus shalat sdh waktunya shalat ku ambil air wudhu ku mulai dengan bismilah ku melangkah menghadap-mu ku pajatkan piji syukur pada-mu ku tahu aq hambamu yang banyak dosa dan aku ingin bertobat ku ingin berubah mulai sekarang kulakukan untukmu ya rabb ku tulis surat ini untukmu walau cobaanmenghadang betubi-tubi sampai saat ini ku tetap semangat menghadapinya sekarang ku harus mengejarnya dan walau kau menghindar aku tetap menuggumu sampai akhir hayatku ku ingin tetap jadi kekasihmu terus mengejarmu. Ku selalu mengingat hal terindah bersamamu ku sangat senang bisa kenal namamu itu hal yang terindah begitu ku ingat dirimu air mataku mengalir deras dan ku termenung memikirkanmu terus setiap hari ku ingin melupakanmu tapi kenapa ku tidak bisa dank u ambil diari ku tetang kisah kita berdua ya rabb tolonglah ku jangan begini Indah sekali pemandangan itu sejuk sekali udara saat matahari baru mulai menampakan wajahnya ku tahu engkau sedang melihat matahari yang baru terbit ku barung kan badan yang lemas ini untuk milihat ke atas langit indah sekalai awan berbentuk seperti wajah dirimu sang kekasihku yang lama pergi dari kehidupanku yang lama pergi kini hadir didepanku Kenangan – kenangan terindah masih di benah pikiranku melayang ingin sekali menghampirimu tapi ku gak sanggup karena dirimu hanya hayalan semata ada dihati bersemayam dan selalu menhantui diriku dimanpun aku berada bayanganmu selalu ada untuk kenapa setiap ku melihat pemadangan awan selalu teringat dirimu ku tahu ini perasaan yang selama dirimu dekat hati Pohon ,awan,daun-daunan yang gugur di tengah jalan ku ingat bersamamu kita berlari mengililingi pohon di dalam taman yang sejuk tenang dan damai hibgga suatu saat nanti ku yakinj kita bia bertemu disini lagi untuk mengukapkan perasaan ini seperti dulu lagi hanya temanku selalu ku bawah kemana-mana dirimu yang bisa yang membuat aku ketawa ,sedih suka duka ku bersamamu alquran engkau selalu setia menemaniku baik suka maupun duka hingga ku kuliah ,kerja aku sangat senang mengenalmu hingga sekarang tetap bersamaku tidaj ada satupun yang menggantikan dirimu hingga ku bisa membuat dirimu bahagia ku hanya milikmu seorang tidak ada yang bisa memiliki diriku Ku berlari dari tempat tidur astafirualadzim ku terbangub tapi hanya mimpi sepertinya kenyataan aku tidak percaya ini mimpi aduh kenapa hanya mimpi ku ingin ini jadi kenyataan apapun yang terjadi ku tetap jadi kakasihnya walau di dalam mimpi ku sangat bahagia karena dirinya yang bisa membuatku bahagia Ku tetap jadi kekasihmu walau engkau adalah hanyalan diriku ku pandangi awan ku sejuk dan bisa melihat dirimu ku ingin tetap bersamamu sekarang ku yakin dirimu pasti merindukan diriku ya allah semoga ku bisa menemukan dirimu dimanpun engkau berada ku yakin engkau bersamaku tiap malamku mengadukan pada masalahku hanya dirimu yang aku bisa curhat padamu tidak ada seorang yang bisa menyelesaikan masalahku hanya dirimu yang tahu masalahku selama ini ku terus berharap padamu mungkin memang dirimu bisa meyelesaikan semua masalahku dari manapun engkau pasti biasa menyelesaikan dirimu berada diman walaupun aku tidak tahu berasa dimana ku yajin engkau dekat diriku saat ini

2 komentar:

  1. aku bukan pujangga... jd g bsa ngasih komen ap2 ne. pkoknya mangstrap za lah.. hehehe..
    terus berkarya my bro...

    BalasHapus
  2. ya ni antologi saya yg pertama sdh tersebar seluruh indonesia

    BalasHapus